Bursa Asia Menguat Setelah Pemangkasan BOE

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia menguat, memangkas penurunan pertama dalam empat minggu, setelah Bank of England mengurangi kebijakannya dan karena investor meninjau laporan data pekerjaan AS hari ini sebagai petunjuk untuk langkah dari Federal Reserve selanjutnya.

Indeks MSCI Asia Pacific naik tipis 0,1 persen menjadi 135,46 pada 09:01 di Tokyo, menuju penurunan 0,7 persen dalam minggu ini. Indeks Topix Jepang naik 0,2 persen setelah Bank of Japan mendorong pembelian dana ETF harian. Bank of England memangkas suku bunga ke rekor pada hari Kamis saat memperkenalkan paket stimulus yang bertujuan menahan dampak dari Brexit. Data payrolls AS diperkirakan menguat pada bulan Juli, kembali ke jalur pertumbuhan, menurut survei Bloomberg terhadap para ekonom.

Ekuitas Asia sputtering setelah reli pada bulan Juli, bulan terbaik mereka sejak Maret, bahkan negara-negara dari Jepang hingga Inggris memperkenalkan stimulus baru untuk menjaga pertumbuhan global berada di jalurnya.

Topix Jepang telah kehilangan 17 persen dalam tahun ini karena yen melonjak meski pindah ke suku bunga negatif yang diumumkan pada bulan Januari dan babak baru untuk stimulus fiskal diperkenalkan pada pekan lalu.

Bursa saham Jepang menguat, memangkas penurunan mingguan terbesar indeks acuan ekuitas dalam sebulan, menyusul keputusan Bank of England untuk menurunkan suku bunga dan menjelang rilis laporan pekerjaan AS, hari ini.

Indeks Topix naik 0,4 persen menjadi 1,288.58 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo. Indeks tersebut berada di jalur untuk penurunan 2,6 persen dalam minggu ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5 persen.

Gubernur Bank of England Mark Carney mengumumkan paket stimulus, termasuk pemotongan tingkat suku bunga pertama bank sentral dalam tujuh tahun terakhir serta menjanjikan untuk membeli lebih banyak obligasi pemerintah dan korporasi. AS melaporkan nonfarm payrolls untuk bulan Juli nanti pada hari Jumat.

Bank of Japan mengatakan pada pekan lalu bahwa hampir akan merlipat gandakan pembelian ETF tahunan sebesar 6 triliun yen ($ 59 miliar) dalam upaya untuk menghidupkan kembali perekonomian. Pada hari Kamis, bank sentral telah membeli ETF sebesar 70.7 miliar yen.(frk)

Sumber : Bloomberg