Bursa Asia Memperpanjang Penurunan

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia melemah untuk hari keenam, yang merupakan penurunan terpanjang sejak Mei, karena tak menentunya pertumbuhan prospek stimulus bank sentral global. Bank-bank Jepang membebani indeks ekuitas acuan di kawasan tersebut di tengah kekhawatiran bahwa BOJ akan memperdalam kebijakan suku bunga negatif.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen menjadi 136,21 pada pukul 09:08 pagi di Tokyo. Indeks tersebut diperdagangkan di level terendah dalam lima minggu setelah valuasi dalam bulan ini naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun dan investor menempatkan probabilitas yang lebih tinggi dari penambahan stimulus moneter secara global. Hal tersebut dipicu oleh lonjakan volatilitas dalam seminggu terakhir di pasar ekuitas dari Hong Kong hingga New York. Indeks Topix Jepang turun terhadap spekulasi bank sentral akan mempelajari lebih dalam suku bunga negatif pada pertemuan minggu depan, merugikan prospek laba pada perusahaan pemberi pinjaman terbesar di negara tersebut.

Indeks acuan ekuitas Asia turun 4,2 persen dari puncaknya di tahun ini pada 7 September karena investor berspekulasi tentang pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan minggu depan. Morgan Stanley mengatakan bahwa mereka mengharapkan BOJ untuk memilih suku bunga negatif dan meningkatkan marginal pembelian aset.

Bursa Jepang Turun Pada Istirahat Perdagangan Terkait Spekulasi Negatif Rate

Bursa saham Tokyo melemah, dengan indeks Topix menuju penurunan beruntun terpanjang sejak 2014, terhadap spekulasi Bank of Japan akan membuat pemotongan tambahan untuk suku bunga negatif.

Indeks Topix jatuh untuk hari ketujuh pada istirahat perdagangan, dengan sektor perbankan dan otomotif memimpin penurunan. Indeks Topix kehilangan 1,1% ke 1,300.80, sementara Nikkei 225 turun 1,2% ke 16,414.73. Setelah reli dua bulan, investor berbalik bearish terhadap saham Jepang pada pekan lalu di tengah aksi jual global karena pasar menimbang keputusan kebijakan moneter yang akan muncul dari BOJ dan Federal Reserve. Indeks pemberi pinjaman telah turun 9,5 persen dari puncaknya pada 2 September di tengah kekhawatiran penurunan lebih dalam ke suku bunga negatif oleh BOJ akan menghalangi harapan untuk pemulihan pendapatan.

BOJ mungkin akan memotong suku bunga terhadap beberapa cadangan bank menjadi minus 0,2 persen dari minus 0,1 persen, ekonom Takeshi Yamaguchi dan Robert Alan Feldman dari Morgan Stanley menulis dalam sebuah catatan, menyusul laporan di surat kabar Nikkei bahwa bank sentral sedang menjajaki penurunan lebih dalam ke suku bunga negatif untuk mencadangkan inflasi.

Sumber: Bloomberg

PT RIFAN FINANCINDO