Bursa Asia Perpanjang Penguatan

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia menguat untuk hari keempat, dipimpin oleh keuntungan di bursa saham Jepang, di tengah optimisme bahwa bank sentral di seluruh wilayah akan menjaga kebijakan moneter yang longgar dan ekonomi utama akan menambahkan stimulus. Perdagangan dihentikan sesaat sebelum tengah hari di Singapura setelah terjadi kesalahan teknis.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi 133,23 pada pukul 04:00 sore di Hong Kong, membawa reli empat hari menjadi 3,9 persen. Indeks Topix Jepang naik 0,8 persen dan yen melemah di tengah spekulasi Jepang bisa mempergunakan yang disebut dengan helikopter money, yang melibatkan bank sentral secara langsung mendanai belanja pemerintah. Indeks Kospi naik 0,2 persen karena Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah dan broker termasuk Goldman Sachs Group Inc. mengatakan harapannya untuk tambahan pelonggaran tetap tinggi.

Lebih dari $ 3 triliun telah dikembalikan ke nilai ekuitas global sejak Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada referendum tanggal 23 Juni. Saham Asia Pacific telah naik ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan karena investor berspekulasi bahwa bank sentral dan pemerintah akan berbuat lebih banyak untuk membantu pertumbuhan. Saham-saham Jepang telah memimpin kenaikan pekan ini setelah pihak Perdana Menteri Shinzo Abe memenangkan pemilihan majellis tertinggi dan berjanji untuk penambahan stimulus.(frk) – PT RIFAN FINANCINDO

Sumber: Bloomberg

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.