Bursa Asia Melemah Karena Investor Bersiap Untuk Rilis Data Ekonomi China

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Asia merosot, dengan pasar saham di Jepang dan Australia berada di tepi bear markets, karena investor bersiap untuk rilis data ekonomi China terakait pertumbuhan, produksi industri, penjualan ritel dan investasi aset tetap.

MSCI Asia Pacific Index turun 0,3 persen menjadi 118,55 pada pukul 09:04 pagi di Tokyo. Indeks tersebut telah kehilangan 10 persen pada tahun 2016 karena kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global yang mengguncang pasar saham di seluruh dunia. Investor mendapatkan kesempatan untuk menilai perekonomian China pada hari Selasa, satu hari setelah Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan mereka menghadapi peningkatan tekanan ke bawah.

Data China diperkirakan akan menunjukkan ekonomi tetap stabil. Saham-saham negara jatuh ke bear markets pada minggu lalu terhadap memudarnya keyakinan bahwa pemerintah dapat mengelola transisi negara itu ke model pertumbuhan baru dan untuk mata uang yang lebih bebas diperdagangkan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah jatuh ke rekor terendah.

Indeks Topix Jepang turun 0,5 persen. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,4 persen dan Indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit berubah. Keduanya turun 19 persen dari tertingginya di tahun 2015, mendekati level 20 persen yang akan mengirimnya ke bear markets. Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,1 persen.

Indeks Hang Seng berjangka melemah 0,3 persen di sebagian besar perdagangan terakhir, dengan Indeks Hang Seng China Enterprises, yang mengukur ekuitas China yang terdaftar di Hong Kong, menandakan penurunan dari 0,2 persen. Indeks tersebut meluncur ke level terendah sejak Oktober 2011 pada hari Senin. Indeks berjangka FTSE China A50 naik 1 persen setelah naik 0,4 persen pada sesi terakhir Indeks Shanghai Composite.(frk)

Sumber: Bloomberg