Bursa Asia Mayoritas Merah

Ilustrasi saham asia3RIFAN FINANCINDO – Bursa Asia pada pembukaan Rabu (23/9/2020) dibuka cenderung bervariatif, seiring dari bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street yang kembali cerah pada penutupan Selasa (22/9/2020) kemarin.

Tercatat indeks Nikkei Jepang pada pagi hari ini dibuka melemah 0,37%, setelah selama 2 hari Jepang libur merayakan hari penghormatan manula dan ekuinoks musim gugur.

Sedangkan Hang Seng Index di Hong Kong melemah 0,07%, Shanghai di China naik 0,14%, Indeks STI Singapura menguat tipis 0,04% dan KOSPI Korea Selatan melesat 0,86%.

Sentimen yang membuat bursa Asia hari ini dibuka cenderung bervariatif adalah kabar dari semringahnya bursa Wall Street pada penutupan perdagangan kemarin.

Beralih ke Barat, Bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Selasa (22/9/2020).

S&P 500 ditutup naik 1,1% menjadi 3.315,57. Nasdaq Composite melonjak 1,7% menjadi 10.963,64. Dow Jones Industrial Average naik 140,48 poin atau 0,5%, menjadi 27.288,18.

Kenaikan harian tersebut merupakan kenaikan pertama S&P 500 dan Nasdaq dalam lima hari perdagangan. Sementara bagi Dow, itu merupakan kenaikan pertamanya dari penurunan tiga hari beruntun.

Saham Amazon menjadi salah satu yang berkinerja paling baik di perdagangan Selasa, melonjak 5,7%. Itu merupakan reli satu hari terbesarnya sejak 20 Juli.

Kenaikan terjadi pasca seorang analis Bernstein menaikkan peringkat saham raksasa e-commerce itu menjadi beli (buy) dari tahan (hold).

Sementara itu, saham-saham teknologi lainnya juga cukup berkinerja baik, dengan Facebook, Alphabet dan Microsoft sama-sama naik lebih dari 2%. Saham Netflix juga naik meski hanya 0,8%.

Sentimen positif dalam perdagangan Selasa datang dari pernyataan Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Ia menegaskan kembali bank sentral AS akan mendukung ekonomi “selama dibutuhkan”.

“Meski jalan ke depan semakin menjadi sangat tidak pasti, aktivitas ekonomi telah meningkat,” kata Powell, mengutip CNBC International.

Sedangkan sentimen negatif yang masih menghantui bursa Asia adalah masih terkait lonjakan kasus terjangkit virus corona (Covid-19) di Eropa.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan memberlakukan pembatasan sosial ekstra menyusul lonjakan angka infeksi Covid-19. Ia memerintahkan kelab malam dan restoran tutup pukul 10:00 malam dan memperluas kewajiban penggunaan masker di berbagai tempat.

“Kekhawatiran virus corona muncul kembali, memicu ketegangan investor bahwa kemajuan pembukaan kembali perekonomian akan mengalami langkah mundur,” tutur Lindsey Bell, Kepala Perencana Investasi Ally Invest, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Sedangkan hari ini, beberapa data ekonomi akan dirilis. Diantaranya untuk kawasan Asia sendiri, Jepang telah merilis Indeks Pembelian Manufaktur (PMI Index) September, dimana angkanya mengalami kenaikan menjadi 47,3 atau naik 0,1 poin dari sebelumnya di angka 47,2

Selain di Jepang, rilis PMI Index juga akan dilakukan di Inggris, Amerika Serikat, dan Zona Eropa pada hari ini.

 

Sumber : cnbcindonesia