Bursa Asia Berfluktuasi Menuju Level Tertinggi

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia berfluktuasi setelah Indeks acuan secara singkat menuju tingkat tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada Senin, karena saham perusahaan telepon dan konsumen pokok menguat sementara utilitas dan pengembang merosot.

Indeks MSCI Asia Pacific naik kurang dari 0,1 persen menjadi 139,97 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo setelah diibuka sedikit lebih lemah. Kemarin Indeks tersebut berada di jalur untuk ditutup di level tertinggi sejak Agustus 2015 setelah data payrolls AS yang lebih lemah dari perkiraan mengekang spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sesegera di bulan September. Investor juga menunggu pernyataan kebijakan moneter dari bank sentral Australia pada Senin, di mana ekonom memperkirakan suku bunga acuan Australia akan tetap berada di rekor terendah.

Indeks S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan sedikit berubah. Bank sentral negara kemungkinan akan terus bertahan di tingkat 1,5 persen setelah dua kali pemotongan dalam empat bulan terakhir, menurut 26 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Pedagang memperkirakan 39 persen dalam kesempatan pelonggaran lebih lanjut pada akhir tahun karena mereka menunggu untuk melihat apakah suku bunga AS meningkat pada bulan September.

Bursa Jepang Menguat Karena Yen Stabil, Saham Keuangan Naik

Bursa saham Jepang menguat untuk hari kelima karena yen tetap stabil terhadap dolar dan investor menimbang kemungkinan program stimulus dari bank sentral.

Indeks Topix naik 0,2% ke 1,346.71 pada 09:12 pagi di Tokyo dengan perbankan dan perusahaan asuransi berada di antara kelompok-kelompok yang berkontribusi paling besar untuk kenaikan indeks. Nikkei 225 menguat 0,1% ke 17,046.85. Ekuitas sedang dalam pola bertahan dengan pasar saham AS ditutup untuk liburan Hari Buruh pada hari Senin kemarin dan komentar oleh Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menyisakan keterbukaan untuk interpretasi arah kebijakan moneter bank sentral Jepang berikutnya. Yen diperdagangkan sedikit berubah terhadap dolar setelah menguat 0,5 persen pada Senin kemarin.

Kuroda, pada hari Senin, menolak untuk mengesampingkan inisiatif baru untuk memicu inflasi setelah bank sentral melakukan kajian komprehensif dari kebijakan dan efektivitas mereka, sementara itu juga menahan diri dari menentukan apa yang mungkin dianggap sebagai pilihan lain di luar tiga bidang kebijakan saat bertindak.

Sumber: Bloomberg

RIFAN FINANCINDO