Bursa Asia Anjlok Setelah Yen Menguat

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia di buka turun untuk hari kedua, mengikuti penurunan di pasar saham global, karena saham-saham Jepang memimpin kerugian setelah yen menguat terkait kekecewaan atas langkah-langkah kebijakan stimulus Perdana Menteri Shinzo Abe.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9 persen menjadi 135,71 pada pukul 09:04 pagi di Tokyo. Indeks Topix turun 1,8 persen setelah mata uang Jepang menguat 1,5 persen terhadap dolar pada hari Selasa setelah pemerintah mengeluarkan pengumuman ekstra untuk tahun fiskal saat ini sebesar 4,6 triliun yen ($ 45 miliar). Investor menghindari risiko mengantar saham-saham AS menuju penurunan terbesar dalam empat minggu terakhir, sementara saham-saham Eropa juga melemah, minyak berada di bawah $ 40 per barel memperbaharui kekhawatiran tentang keadaan pemulihan global.

Paket stimulus Abe mengikuti keputusan Bank of Japan untuk pembelian ETF hampir dua kali lipat sebesar 6 triliun yen per tahun sambil menjaga pembelian obligasi dan suku bunga negatif tidak berubah. Saham-saham Jepang telah mencatatkan penurunan terburuk di antara negara maju tahun ini karena penguatan yen dan tumbuhnya kekhawatiran bahwa pelonggaran kebijakan BOJ yang belum pernah terjadi sebelumnya dan program pertumbuhan abenomics tersendat.( Bloomberg )

IHSG 3 Agustus Dibuka Turun Tertekan Pelemahan Bursa Global

Bursa Saham AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu dinihari tadi tertekan pelemahan minyak mentah AS yang berakhir di bawah $ 40 untuk pertama kalinya sejak April dan Indeks Dow Jones ditutup melemah untuk hari ketujuh berturut-turut. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,49 persen, di 18,313.77, dengan penurunan tertinggi saham Pfizer. Indeks S & P 500 berakhir turun 0,64 persen pada 2,157.03, dengan sektor konsumen memipin sembilan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 0,9 persen, di 5,137.73.

Sedangkan Pasar Saham Eropa berakhir jauh ke dalam wilayah negatif pada Selasa malam, karena kekhawatiran atas kesehatan bank pemberi pinjaman terus membebani sentimen. Indeks Pan-Eropa STOXX 600 berakhir turun 1,29 persen, dengan semua sektor mencatat kerugian.

Pagi ini bursa Asia juga melemah. Semua indeks utama kawasan Asia berada di zona merah, tertekan pelemahan bursa Wall Street dan stimulus Jepang yang mengecewakan.

IHSG pada awal perdagangan tertekan oleh 6 sektor yang berada di zona negatif dengan pelemahan tertinggi sektor perdagangan yang turun 0,39%. Pada pagi ini tercatat 117 saham menguat, sedangkan 65 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 452 juta saham dengan nilai mencapai lebih 407 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 22.400 kali.

Namun pagi ini aksi beli saham investor asing masih berlangsung. Terpantau pagi ini dana asing yang masuk pasar modal mencapai Rp. 27,15 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan pelemahan bursa global. Namun diharapkan optimisme ekonomi mengangkat kembali IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5345-5313, dan kisaran Resistance 5405-5438. ( http://vibiznews.com/ )

RIFAN FINANCINDO