Bursa AS Ditutup Naik

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) as the market closes in New York, U.S., October 3, 2016.  REUTERS/Lucas JacksonRIFAN FINANCINDO – Indeks utama pada bursa Wall Street sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat (15/11/2019), karena investor mencerna berita utama beragam tentang hubungan perdagangan AS-China.

Pasar tampaknya menyambut Washington yang memberikan perpanjangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Huawei, ketika pembuat peralatan telekomunikasi China itu dimasukkan ke dalam daftar hitam AS pada Mei.

Tetapi para investor juga mempertimbangkan laporan CNBC mengutip sumber pemerintah China yang mengatakan bahwa suasana di Beijing tentang kesepakatan perdagangan adalah pesimistis karena keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif.

Ini setelah media Pemerintah China mengatakan pada Sabtu (16/11/2019) bahwa kedua pihak telah mengadakan pembicaraan perdagangan “konstruktif”, beberapa hari setelah Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan mereka hampir mencapai kesepakatan.

“Kami terus diberi tahu bahwa kami memiliki kesepakatan ini dan belum difinalisasi dan kemudian Anda mendapatkan laporan ini ke arah lain,” kata Kepala Strategi Pasar JonesTrading, Michael O’Rourke di Stamford, Connecticut. “Investor bersabar karena mereka tidak ingin mengejar tertinggi baru terlalu jauh sampai mereka memiliki kejelasan tentang perdagangan.”

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 31,33 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir pada 28.036,22 poin. Indeks S&P 500 bertambah 1,57 poin atau 0,05 persen, menjadi ditutup di 3.122,03 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 9,11 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 8.549,94 poin.

Tujuh dari 11 sektor S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham-saham defensif seperti utilitas, real estat dan kebutuhan pokok konsumen, juga dikenal sebagai proxy obligasi karena hasil dividen yang tinggi, memimpin persentase kenaikan.

Sektor energi mencatat kerugian saham persentase terbesar yang turun 1,32 persen karena harga minyak jatuh.

Pekan ini, investor akan mengalihkan perhatian mereka ke risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve (Fed), di mana bank sentral memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini. Juga di depan adalah hasil dari pengecer AS, termasuk Home Depot Inc, Kohl’s Corp dan Target Corp.

Saham HP Inc turun 1,51 persen setelah perusahaan menolak tawaran 33,5 miliar dolar AS dari Xerox Holdings Corp dan mengatakan pihaknya terbuka untuk menjajaki tawaran untuk yang terakhir.

Coty Inc naik 2,18 persen setelah pembuat kosmetik mengatakan akan membayar 600 juta dolar AS untuk saham mayoritas di bisnis make-up dan perawatan kulit Kylie Jenner.

 

Sumber : antaranews