Brent, NYMEX Berjuang Naik Dipicu Pembekuan Produksi

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Harga minyak mentah rebound di Asia pada Rabu dengan kemungkinan kesepakatan antar produsen besar dalam pembekuan produksi mendorong sentimen jelang data industri persediaan AS.

Sementara itu, minyak mentah untuk pengiriman Oktober di Bursa Perdagangan New York naik 0,20% menjadi $44,92 per barel. Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman November naik 0,32% ke $47,41 per barel.

American Petroleum Institute, Selasa malam, akan melaporkan perkiraan stok produk langsung dan turunannya pada akhir pekan lalu. Data tersebut tertunda sehari karena Hari Libur Buruh.

Data resmi dari Departemen Energi AS dalam stok produk langsung dan turunannya akan dirilis pada hari Kamis.

Semalam, harga minyak turun tajam pada sesi Amerika, menghapus semua kenaikan kuat hari sebelumnya akibat kesepakatan antara Arab Saudi dan Rusia untuk menstabilkan pasar “berhenti” memberikan tindakan segera dalam mengatasi permasalahan pasokan.

Brent melonjak lebih dari 5% pada hari Senin untuk menyentuh puncak intraday $49,40 setelah Arab Saudi dan Rusia berjanji bekerj sama dalam mendukung pasar. Tapi harga minyak menghapus keuntungan pada sesi terakhir, mundur dari level tertinggi akibat rincian perjanjian gagal meruncing padahal pedagang telah berharap dalam pembekuan produksi.

Dua produsen minyak terbesar di dunia itu mengatakan mereka akan mendirikan sebuah kelompok kerja untuk memantau pasar minyak dan rekomendasi dalam mempromosikan stabilitas.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Khalid al-Falih dan rekan Rusia-nya, Alexander Novak, akan bertemu di Aljazair pada bulan Oktober dan di Wina pada bulan November untuk membahas bagaimana bekerjasama di bawah perjanjian baru.

Meredam optimisme, al-Falih mengatakan tidak ada kebutuhan dalam membekukan produksi saat ini. Dia menambahkan, bagaimanapun, pembekuan produksi merupakan salah satu kemungkinan yang disukai.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak, OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan eksportir minyak mentah Timur Tengah besar lainnya, akan bertemu produsen non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia pada pembicaraan informal di Aljazair antara 26 dan 28 September untuk membahas pembekuan produksi.

Kemungkinan bahwa pertemuan mendatang pada akhir September akan menghasilkan tindakan apapun untuk mengurangi meluapnya pasokan global menjadi lebih minimal, menurut para ahli pasar.

Sebaliknya, kebanyakan analis percaya bahwa produsen minyak akan terus memantau pasar dan mungkin menunda pembicaraan pembekuan dalam pertemuan resmi OPEC di Wina pada 30 November.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Sumber : http://id.investing.com

RIFANFINANCINDO