Black Marubozu Muncul Lagi

9cc5bbb9-9030-47e1-9a96-e376a6118da2_169RIFAN FINANCINDO – Nilai tukar rupiah menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (12/2/2020), melanjutkan penguatan Selasa kemarin.

Rupiah langsung menguat 0,15% ke level Rp 13.640/US$ begitu perdagangan hari ini dibuka, sebelum terpangkas hingga tersisa 0,04% di Rp 13.655/US$ pada pukul 12:00 WIB. Selasa kemarin, rupiah mampu menguat 0,22%.

Tidak hanya menguat, rupiah sekali lagi membentuk pola Black Marubozu. Rupiah kemarin membuka perdagangan di level Rp 13.690/US$, dan mengakhiri perdagangan di Rp 13.660/US$, atau menguat 0,22%. Level terlemah rupiah sama dengan level pembukaan, sementara level terkuat sama dengan level penutupan, sehingga secara teknikal masih mengukir pola Black Marubozu.

Black Marubozu kerap dijadikan sinyal harga suatu instrumen akan menurun lebih lanjut. Dalam hal ini, nilai tukar dolar AS melemah melawan rupiah. Terakhir kali rupiah membentuk pola Black Marubozu pada 7 Januari lalu, sejak saat itu rupiah sempat menguat 2,2% ke Rp 13.565/US$ pada 24 Januari lalu.

Setelah mencapai level tersebut, penguatan rupiah terkikis, dan kini memasuki fase konsolidasi. Sekilas melihat ke belakang, penguatan tajam rupiah juga terjadi setelah menembus batas bawah pola Descending Triangle di level Rp 13.885/US$. Target penguatan setelah menembus pola tersebut Rp 13.245/US$, dan belum tercapai.

Rupiah masih berada pada fase konsolidasi dengan Rp 13.885/US$ menjadi batas atas dan Rp 13.565/US$ menjadi batas bawah. Dengan kembali munculnya Black Marubozu, rupiah kembali membuka peluang penguatan menuju batas bawah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Untuk pergerakan hari ini, melihat grafik 1 jam indikator stochastic bergerak turun dan sudah memasuki wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah oversold untuk pasangan USD/IDR, itu menjadi sinyal harga akan berbalik naik. Ini berarti penguatan rupiah akan terbatas.

Resisten (tahanan atas) terdekat berada di Rp 13.660/US$, jika dilewati, rupiah berisiko melemah menuju Rp 13.690/US$. Selama tertahan di bawah resisten, rupiah berpeluang menguat kembali ke Rp 13.640/US$. Penembusan di bawah level tersebut akan membuka peluang penguatan menuju Rp 13.615/US$.

 

Sumber : cnbcindonesia