Berjangka AS dan Bursa Asia Turun Terkait Data Manufaktur China

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Indeks ekuitas berjangka AS turun bersama dengan bursa Asia setelah laporan menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur China terus berlanjut sampai dengan bulan Oktober, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang ekonomi terbesar kedua di dunia. Aset Turki melonjak setelah partai Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali berkuasa.

Komoditas turun setelah indeks aktivitas pabrik swasta China pada bulan Oktober berada di angka 48,3, lebih tinggi dari pembacaan bulan sebelumnya namun masih di bawah 50, perbatasan antara ekspansi dan kontraksi. Sementara itu mata uang lira mengalami lonjakan terbesar sejak 2008 setelah Partai AK memenangkan mayoritas, mengakhiri bulan ketidakpastian politik. Obligasi Italia dan Spanyol turun.

Hari ini Laporan pabrik China muncul setelah indeks resmi yang keluar pada hari Minggu kemarin menunjukkan kontraksi untuk bulan ketiga, meskipun pada kecepatan yang sama seperti pada bulan September. Melambatnya ekonomi China telah membuat rentetan efek global karena permintaan untuk bahan baku dan masukan dari pasar negara berkembang lainnya melemah, dengan ekspor Korea Selatan turun 16% pada bulan lalu. Investor akan mengamati laporan pekerjaan AS minggu ini setelah meningkatkan peluang terhadap peningkatkan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan berikutnya sebesar 50%.

Indeks berjangka Standard & Poor 500 turun 0,3% pada pukul 09:10 pagi di London, dengan indeks saham Asia Pasifik turun 1,2%. Indeks Stoxx Europe 600 sedikit berubah setelah meluncur 0,7%, dengan HSBC Holdings Plc di antara yang terbesar menyeret indeks setelah melaporkan laba. Perusahaan farmasi melemah di tengah kontroversi yang terus menyelimuti Valeant Pharmaceuticals International Inc.(frk)

Sumber: Bloomberg