Bank Pulihkan Koneksi Ribuan ATM

atmsRIFANFINANCINDO – Perbankan tengah berupaya memulihkan operasional ribuan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pasca gangguan pada satelit Telkom-1 milik PT Telkom Indonesia.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, masalah pada Satelit Telkom menyebabkan gangguan koneksi pada 3 ribu mesin ATM dari 15 ribu ATM BCA yang tersebar di Indonesia.

Dalam upaya penanganan, saat ini perusahaan masih mengutamakan pemulihan koneksi pada 100 kantor kas yang juga terkena imbas dari gangguan teknis Satelit Telkom itu.

“Untuk kantor kas dari 100 yang sudah normal 65 kantor. Kalau ATM belum (normal) karena harus di-redirect satu per satu ke arah satelit baru jadi memerlukan waktu,” ujar Jahja kepada cnnindonesia.com, Minggu (27/8) malam.

Selain BCA, gangguan pada mesin ATM juga dialami PT Bank Mandiri Tbk. Gangguan terjadi pada 2 ribu ATM dari 17.695 ATM milik bank BUMN tersebut.

“ATM yang mengalami gangguan adalah ATM yang menggunakan jaringan Very Small Aperture Terminal (VSAT),” ujar Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas.

Saat ini, lanjut Rohan, proses perbaikan operasional ATM tengah dilakukan melalui koordinasi dengan Telkom. Dalam hal ini, Telkom mengalihan jaringan yang semula menggunakan Telkom-1 ke satelit Telkom-3 sebagai bagian dari recovery selama proses perbaikan satelit Telkom 1 dilakukan.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni mengimbau nasabah memanfaatkan channel pelayanan perbankan lain selama proses pemulihan jaringan seperti mobile banking, sms banking, maupun internet banking.

“Saya berharap, besok (Senin, 28/8) bisa kembali normal,” ujar Baiquni.

Sekretaris Perusahaan BNI Ryan Kiryanto menambahkan gangguan satelit Telkom-1 berimbas pada 1.500 ATM dari 16 ribu ATM milik BNI. Lokasi ATM yang terkena gangguan adalah daerah yang belum terjamah jaringan non-satelit seperti daerah terpencil.

Terkait hal itu, perusahaan memohon maaf kepada nasabah atas gangguan pelayanan yang terjadi dan meminta nasabah untuk tetap tenang.

“BNI yakin recovery satelit Telkom-1 akan dapat segera ditangani dengan baik sehingga layanan semua ATM yang terkoneksi bisa aktif normal lagi,” ujar Ryan.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan gangguan satelit Telkom hanya berimbas pada tiga ratus ATM dari 20 ribu ATM perseroan dan 130 kantor Unit Kerja Operasi. Pasalnya, sebagian besar koneksi ATM telah menggunakan satelit milik perseroan, BRIsat.

“Kami sudah punya satelit sendiri sehingga yang terdampak hanya yang belum repointing,” ujar Direktur Utama BRI Suprajarto.

Dalam keterangan resmi, Direktur Digital Banking dan Teknologi BRI Indra Utoyo menambahkan, saat ini, perusahaan tengah mengupayakan untuk mempercepat proses migrasi koneksi jaringan ATM maupun kantor UKO yang terganggu ke satelit BRIsat.

“Kami juga sudah mengaktifkan jaringan backup di lokasi-lokasi yang memungkinkan,” ujar Indra.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengimbau agar perbankan yang masih terganggu dalam mengoperasikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM)-nya untuk memindahkan jalurnya ke satelit yang baru. Hal itu perlu dilakukan agar ATM dapat kembali berfungsi dengan lancar.

Mirza mengaku, pihaknya telah mendapatkan laporan terkait gangguan yang terjadi pada satelit Telkom sejak awal. BI pun telah melakukan koordinasi dengan perbankan.

“Kami sebagai otoritas pembayaran, kami memastikan bahwa bank-bank melakukan operasinya harus tetap lancar,” terang Mirza.

Ia menambahkan, perputaran uang di perbankan dan masyarakat tidak akan bermasalah karena tidak semua ATM menggunakan satelit Telkom-1. Bahkan, ia memastikan, jumlah ATM yang terganggu lebih sedikit dibandingkan dengan ATM yang masih normal.

“Jadi kebutuhan uang dan sebagainya tidak ada masalah, hanya sebagian ATM saja yang terganggu,” jelas Mirza.

Terlebih lagi, Mirza mengklaim, Telkom mengeluarkan usaha yang maksimal untuk memindahkan jalurnya ke satelit yang baru agar kegiatan operasional ATM dapat berlangsung normal kembali. ( cnnindonesia.com )