Bank Dunia Bahas Infrastruktur

Hasil gambar untuk bank duniaRIFANFINANCINDO – Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim dijadwalkan akan tiba di Jakarta besok dalam kunjungan dua hari untuk membahas reformasi kebijakan di Indonesia, khususnya, upaya untuk meningkatkan pengumpulan pendapatan dan membelanjakannya secara lebih efisien di sektor-sektor utama, seperti infrastruktur dan sumberdaya manusia.

Kim bakal bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan sejumlah menteri lainnya terkait prioritas pembangunan Indonesia dan bagaimana memperkuat suksesnya kerja sama antara Grup Bank Dunia dengan Indonesia, yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.

“Indonesia adalah negara yang sedang bangkit, dan siap bergabung dengan negara-negara ekonomi maju dunia. Saya sangat mendukung upaya pemerintah untuk melanjutkan reformasi yang akan menguntungkan seuruh penduduk Indonesia, termasuk menemukan cara untuk mengumpulkan dan membelanjakan pendapatan dengan lebih baik untuk membiayai pembangunan,” kata Kim dalam siaran tertulis, Senin (24/7/2017).

Di Jakarta, Kim diterangkan akan berpartisipasi dalam Forum Pembiayaan Infrastruktur yang bertujuan melibatkan pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dalam memobilisasi pembiayaan pembangunan infrastruktur.

“Seperti banyak negara berpenghasilan menengah dan besar lainnya, kesenjangan infrastruktur Indonesia merupakan tantangan yang mendesak tetapi juga peluang yang sangat besar. Investasi infrastruktur yang efektif sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dan akan membantu membuka potensi besar negara ini,” lanjutnya.

Forum Pembiayaan Infrastruktur adalah bagian dari ‘Voyage to Indonesia,’ serangkaian acara menuju 2018 World Bank Group-International Monetary Fund Annual Meetings yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober tahun depan di Indonesia.

“Saya berterimakasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia yang menjadi tuan rumah Annual Meetings 2018. Kegiatan global ini akan mengangkat banyak keberhasilan pembangunan Indonesia, juga keanekaragaman budaya dan keindahan alamnya,” imbuhnya.

Untuk lebih meningkatkan kesadaran akan tantangan Indonesia dalam membangun sumberdaya manusia, Kim akan berbicara kepada kaum muda Indonesia tentang pentingnya berinvestasi pada anak-anak di tahun-tahun awal kehidupan. Sebuah survei kesehatan nasional memperkirakan bahwa 9 juta anak Indonesia di bawah usia lima tahun mengalami stunting, sekitar sepertiga dari seluruh balita Indonesia.

“Intervensi anak usia dini sangat penting untuk mengakhiri epidemi stunting, dan ini adalah investasi yang paling efektif secara biaya bagi sebuah negara untuk mengurangi ketidaksetaraan, meningkatkan pertumbuhan di masa depan, serta kemakmuran. Anak yang sehat dan bahagia akan menjadi anggota masyarakat yang produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melakukan investasi di bidang ini sangat penting untuk mewujudkan aspirasi Indonesia yang tinggi,” pungkasnya. ( sindonews.com )