Bank AS Perlu Pertahanan Lebih Baik

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Tahun-tahun tingkat suku bunga rendah yang terus dipertahankan dan ekspektasi dari Bank Amerika Serikat (AS) atau Bank of America agar tingkat suku bunga tetap rendah telah menggeser jalur neraca keuangan mereka untuk ditempatkan pada risiko yang tiba-tiba bisa terjadi kapan saja.

Bank of America telah telah menimbun kredit jangka panjang dan sering dikaitkan dengan sektor real estate dan properti yang tentunya menjanjikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan imbal hasil pada kredit yang sifatnya jangka pendek.

Namun, selisih antara pinjaman jangka panjang dan pendanaan jangka pendek mengartikan tingkat suku bunga lebih tinggi yang tentunya hal ini bisa menjadi jebakan untuk memaksa mereka membayar lebih guna menutupi kebutuhan akan pemberian kredit.”Ini dinamis dan kami sangat fokus pada masalah atau risiko yang timbul pada suku bunga,” kata Ketua Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) Martin Gruenberg, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/9/2016).Regulator menyebut, meski bank sentral bisa bergerak cepat terkait penentuan suku bunga namun tingkat suku bunga jangka pendek bisa mengalami kenaikan dan membuat ekonomi mengalami pelemahan. “Bisa berdampak pada ekonomi, selain (dampaknya) pada kebijakan moneter,” kata Gruenberg.

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) berada pada kondisi kekuatan penuh dan Federal Reserve atau the Fed membutuhkan hal itu untuk menaikkan tingkat suku bunga secara bertahap. Sampai saat ini, the Fed masih mempertahankan tingkat suku bunga atau Fed Fund Rate (FFR) ditingkat yang rendah.

“Sepertinya meningkat secara bertahap dari tingkat suku bunga yang sangat rendah yang kita lihat sekarang ini cukup menarik bagi saya,” kata Presiden Fed Cleveland Loretta Mester.

Ketua the Fed Janet Yellen mengatakan pada pekan lalu bahwa isu suku bunga ini telah tumbuh kuat dalam beberapa bulan teakhir. Dan, Wakil Ketua the Fed Stanley Fischer mengatakan pernyataan Yellen ini konsisten dengan pandangan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada 20-21 September.

Butuh Pasar Tenaga Kerja Kuat untuk Naikkan Suku Bunga The Fed

 

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) berada pada kondisi kekuatan penuh dan Federal Reserve atau the Fed membutuhkan hal itu untuk menaikkan tingkat suku bunga secara bertahap. Sampai saat ini, the Fed masih mempertahankan tingkat suku bunga atau Fed Fund Rate (FFR) ditingkat yang rendah.
“Sepertinya meningkat secara bertahap dari tingkat suku bunga yang sangat rendah yang kita lihat sekarang ini cukup menarik bagi saya,” kata Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/9/2016).
Globals | Butuh Pasar Tenaga Kerja Kuat untuk Naikkan Suku B?

Namun sayangnya, dirinya tidak mengatakan apakah mendukung peningkatan tingkat suku bunga atau tidak pada pertemuan the Fed pada akhir bulan ini. Akan tetapi, komentarnya memperkuat sinyal yang dikirimkan dari para pembuat kebijakan untuk menaikkan tingkat suku bunga jika memang data ekonomi kuat.Ketua the Fed Janet Yellen mengatakan pada pekan lalu bahwa isu suku bunga ini telah tumbuh kuat dalam beberapa bulan teakhir. Dan, Wakil Ketua the Fed Stanley Fischer mengatakan pernyataan Yellen ini konsisten dengan pandangan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada 20-21 September.Mester, anggota voting di komite pengaturan kebijakan the Fed, sebelumnya mengatakan pada sebuah konferensi bahwa ekonomi AS perlu menghasilkan sekitar 75 ribu sampai 150 ribu pekerjaan per bulan untuk menjaga tingkat pengangguran stabil.

Lapangan kerja sekarang ini lebih kuat dan tingkat pengangguran AS sekarang ini berada di angka 4,9 persen. “Perekonomian pada dasarnya adalah kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan penuh. Saya tidak percaya bahwa dalam siklus bisnis saat ini suku bunga rendah merupakan solusi efektif untuk mengatasi masalah yang ada saat ini,” kata Mester.

Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com

PT RIFAN FINANCINDO