Badai Matahari Besar Meluncur ke Bumi

aptopix-indonesia-solar-eclipse_169RIFAN FINANCINDO – Badai Matahari langka mengancam Bumi. Bahkan disebut dapat menyebabkan kiamat untuk keberlangsungan aktivitas internet. Temuan ini disebutkan oleh profesor Universitas California Irvine, Sangeetha Jyoothi. Dalam pemodelan yang dia buat kemungkinan bisa terjadi 20 hingga 25 tahun lagi.

Menurutnya akan ada gangguan besar pada internet di jaringan kabel bawah bawah laut. Ini terkait karena adanya badai Matahari langka, sebab kabel bawah laut menggunakan repeater untuk memperkuat sinyal dalam jarak jauh.

Repeater tersebut sangat rentan adanya gangguan listrik. Apabila salah satu tak berfungsi, secara teori maka bisa mengacaukan seluruh jalur di bawah laut.

Dia juga menambahkan, badai matahari langka dapat mematikan sebagian infrastruktur secara global. Pemadaman juga bisa terjadi dalam waktu hingga berbulan-bulan.

Namun pendapat berbeda diungkapkan profesor ilmu komputer di Institute Technology Georgia, Atlanta, Umkishore Ramchandran. Dia mengatakan kiamat internet belum tentu terjadi sebab itu dibangun untuk ketahanan.

Jika repeater gagal akan ada web yang secara otomatis mengubah rute lalu lintas dengan rute berbeda yang masih beroperasi. “Paling-paling dampaknya pada kecepatan internet yang digunakan berkurang karena lonjakan kemacetan, tetapi tidak mungkin menjadi bencana,” ungkapnya.

Dalam catatan Digital Trends, insiden badai matahari sebenarnya terjadi relatif rendah. Yakni memiliki peluang 1,6% hingga 12% per satu dekade, dikutip Senin (1/11/2021).

Salah satu badai matahari paling signifikan adalah tahun 1921 atau 100 tahun lalu. Kejadian itu dinamakan New York Railroad Superstorm yang membuat kacau kehidupan saat itu.

Dikabarkan sekering listrik meledak, jalur kereta api padam dan begitu juga dengan sistem telegraf bawah laut. Memang saat itu belum ada teknologi modern. Jadi badai matahari hanya memiliki dampak yang sangat kecil.

Namun jika itu terulang lagi saat ini kemungkinan akan membuat kacau kehidupan di Bumi. Dipredikasi 20-40 juta orang akan hidup tanpa listrik selama dua tahun dan ekonomi pun akan terdampak, yang kemungkinan mencapai triliunan dolar.

Badai matahari dengan intensitas rendah terjadi tahun 2003 yang menghancurkan program antariksa Jepang. Selain itu pada 1967, badai matahari membuat AS menuding Rusia mengganggu sistem rudalnya dan perang nuklir hampir terjadi.

Sumber : cnbcindonesia

rifan financindo