Awal Pekan, IHSG Diproyeksi Turun dari Rekor Tertinggi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak variatif melemah pada Senin (9/3/2015) ini. Tekanan pelemahan rupiah dan gerak bursa saham regional memengaruhi laju IHSG.

Menutup pekan lalu IHSG menguat cetak rekor tertinggi baru di level 5.514,79 dengan ditutup plus 64 poin dipimpin oleh saham semua sektor kecuali properti di tengah-tengah penguatan indek bursa regional, pengumuman jadwal pelaksanaan QE ECB dan spekulasi data US nonfarm payrolls AS malamnya.

Akhir pekan lalu indeks bursa Eropa ditutup sedikit menguat, dipimpin oleh saham sektor manufaktur baja nirkarat setelah berita bahwa Uni Eropa akan menerapkan pajak antidumping bagi produk asal Tiongkok dan Taiwan. Sedangkan bursa Wall Street ditutup melemah saat ekonomi (selain sektor pertanian) menciptakan lapangan kerja jauh lebih banyak dari konsensus (295K vs 240K) sehingga memicu spekulasi FED mungkin akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Pagi ini bursa Asia dibuka melemah di tengah-tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga di AS lebih cepat dari perkiraan.

Hari ini secara teknikal, menurut Riset Sucorinvest, diperkirakan IHSG berfluktuasi menguat pada kisaran 5.499?5.542. “Namun tekanan atas bursa regional membawa potensi IHSG dibuka melemah atau terkena ambil untung yang datang lebih awal,” tulisnya.

Sumber : kompas.com