Author Archives: rifan financindo

Harga Minyak ‘Lemah Otot’

RIFANFINANCINDO – Harga minyak mentah dunia kembali tergelincir pada perdagangan Rabu (13/12), waktu Amerika Serikat (AS), sebagai dampak dari penurunan stok minyak mentah AS. Selain itu, produksi minyak mentah yang terus tumbuh dan mencetak rekor turut menekan harga minyak dunia. Dilansir dari Reuters, Kamis (14/12), harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) terseret US$0,54 atau 1 persen menjadi US$56,6 per barel. Sementara, harga minyak mentah Brent merosot 1,4 persen atau US$0,9 menjadi US$62,44 per barel. Data pemerintah AS mencatat

Realisasi Belanja Negara Capai Rp 1.619 T

RIFAN FINANCINDO – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat hingga pekan kedua 2017, realisasi belanja negara telah mencapai Rp 1.619,6 triliun atau 77,2 persen dari asumsi belanja di tahun ini yang sebesar Rp 2.080,5 triliun. Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Kunta Wibawa mengatakan, realisasi belanja negara tersebut tumbuh 5,3 persen dibanding realisasi pada periode yang sama di 2016. “Kinerja realisasi APBNP 2017 sampai dengan minggu kedua November masih cukup baik. Dari sisi belanja telah mencapai Rp

Harga Minyak Turun Terimbas Penguatan USD

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak dunia turun pada hari ini karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat, meskipun terjadi penurunan pasokan yang dilakukan OPEC terlihat mendukung pasar memasuki tahun depan. Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/12/2017), harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD56,64 per barel pada pukul 0108 GMT, turun 5 sen dari posisi sebelumnya. Sementara, harga minyak brent sebagai patokan harga minyak internasional turun 11 sen menjadi USD62,09 per barel. Pelaku pasar mengatakan bahwa

Minyak Indonesia Naik Jadi US$59,34

RIFANFINANCINDO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan November 2017 berdasarkan perhitungan formula ICP mencapai US$59,34 per barel. Angka itu naik sebesar US$5,33 per barel dibandingkan Oktober yang hanya sebesar US$ 54,02 per barel. Sementara, ICP SLC bulan November 2017 mencapai US$ 59,83 per barel, naik sebesar US$ 5,12 per barel dari US$ 54,71 per barel pada bulan sebelumnya. Dikutip dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian

« Older Entries