Aussie Terangkat Data Capex Swasta Australia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar Australia tertolong oleh data belanja modal swasta atau capex yang diumumkan lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi pada Kamis (27/11) pagi ini. Data capex swasta terbaru Australia untuk kuartal ketiga mencatatkan perolehan sebesar 0.2 persen kuartal per kuartal, cukup jauh dibandingkan dengan ekspektasi kejatuhan hingga 1.7 persen.

dolar_aussie
AUD/USD pun diperdagangkan naik 0.11 persen ke posisi 0.8557. Malam tadi, laporan-laporan ekonomi yang dirilis dari Amerika Serikat mengecewakan sehingga melemahkan Dolar AS. Dan kemarin, Dolar Australia sempat terpuruk akibat komentar Deputi Gubernur RBA, Philip Lowe, yang membuka kemungkinan pemotongan suku bunga.

Data capital expenditure swasta Australia ini rebound dibandingkan dengan kuartal pada bulan Juni yang hanya mengalami kenaikan 1.1 persen. Data dari Biro Statistik Australia (ABS) kali ini mematahkan prediksi para ekonom Bloomberg yang memperkirakan adanya kemerosotan sebanyak 0.9 persen, bahkan ekonom lainnnya memprediksi kemerosotan Capex akan mencapai 1.7 hingga 2 persen.

Prediksi buruk tersebut muncul berdasarkan perhitungan historis, yakni kemerosotan yang terjadi sebanyak 4.2 persen pada kuartal yang berakhir Bulan Maret. Tetapi, pada hari Kamis kemarin, ABD merevisi bahwa angka tersebut akan mengalami kenaikan 0.8 persen jika dilihat dari survei responden.

Data Capex Tidak Ubah Outlook Kebijakan Moneter

Indeks kategori industri pertambangan, yang merupakan sektor terbesar di Australia mengalami kenaikan 0.2 persen dengan penyesuaian musiman ke kisaran $20.635 mliar. Sayangnya, MANUFAKTUR jatuh ke posisi $2.068 miliar. Menurut analis dari Bank ANZ, Dylan Eades, penurunan yang terjadi dalam belanja sektor peralatan, penanaman, dan permesinan dapat melukai GDP? kuartal kedua. Dan data Capex yang dirilis hari ini tampaknya tidak akan banyak mengubah outlook kebijakan moneter RBA.