Aussie Merosot Pasca Pemilu

PT RIFAN FINANCINDO – Dolar Australia turun setelah pemilu nasional pada Sabtu lalu meninggalkan partai besar dengan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas, berpotensi meningkatkan risiko untuk peringkat kredit negara tersebut.

BACA JUGA : Bursa Eropa Naik Terkait Dukungan Bank Sentral

Investor telah menetepkan ketidakpastian dengan hasil yang tidak jelas, dengan koalisi Liberal-Nasional Perdana Menteri Malcolm Turnbull dan oposisi Partai Buruh keduanya dari 76 kursi yang dibutuhkan untuk mayoritas di 150-anggota DPR. Penghitungan suara dilanjutkan hari Selasa, dan Turnbull mengatakan hasilnya dapat diketahui pada akhir pekan.

Dolar Aussie jatuh 0,4 % ke level 74,66 sen AS pada pukul 10:10 pagi waktu Sydney seiring para ekonom mengatakan risiko penurunan peringkat AAA kedaulatan negara telah meningkat. Potensi pemerintahan minoritas mungkin menekan kepercayaan diri, dan setiap administrasi tersebut dapat berjuang untuk mendorong melalui langkah-langkah kebijakan fiskal. (knc)

BACA JUGA : Bursa Saham Asia Turun Pasca Gain Mingguan

Nilai tukar rupiah menguat 95 poin atau 0,72% di pasar spot ke level Rp13.115/USD, pada perdagangan hari pertama semester kedua, Jumat (1/7/2016).

Sepanjang perdagangan akhir pekan ini, mata uang Garuda terus mengepak sayapnya. Pada jeda siang tadi, rupiah menguat 0,37% atau 49 poin ke level Rp13.161/USD.

Sebelumnya pada awal perdagangan Jumat ini, rupiah dibuka naik 0,37% atau 49 poin ke 13.161/USD, seiring rilis data Badan Pusat Statistik, yang mengumumkan inflasi bulan Juni 2016 mencapai 0,66%.

Beradasarkan acuan Yahoo Finance, Jumat pagi ini, rupiah berakhir terapresiasi 75 poin atau 0,57% ke Rp13.135/USD. Rupiah pada hari ini diperdagangkan di kisaran Rp13.110-Rp13.210/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah hari Jumat (1/7/2016), naik tipis 8 poin ke level Rp13.172/USD. Dimana Kamis kemarin dipatok Rp13.180/USD.

Sementara pasar mata uang dunia, CNBC, pada Jumat (1/7/2016), mengabarkan pound Inggris terus goyah, menyusul pidato Gubernur Bank of England, Mark Carney bahwa prospek ekonomi Inggris telah memburuk akibat keputusannya mundur dari Uni Eropa (Brexit). Dia mengatakan beberapa pelonggaran kebijakan moneter kemungkinan akan dilakukan selama musim panas Agustus besok.

Poundsterling diperdagangkan USD1,3288 pada pukul 15:30 HK?SIN, setelah jatuh USD1,3225 pada semalam. ?Sterling jatuh setelahGubernur Carney mengatakan penurunan suku bunga lain akan dilakukan pada musim panas ini,? kata Kathy Lien, direktur strategi valuta asing di BK Asset Management.

Sedangkan USD semakin perkasa, dimana indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang naik 95,903 pada pukul 3:30 HK/SIN. Yen Jepang melemah ke level 102,61 per USD pada 03:30 HK/SIN, dibandingkan pada penutupan perdagangan Kamis kemarin di posisi 102,48/USD.

 

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.

Save