Aussie Menguat Pasca Rilis Data Tenaga Kerja; Kiwi Melemah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar Australia menguat terhadap mata uang utama setelah laporan pemerintah menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkatkan jumlah tenaga kerja pada satu bulan terakhir.

Dolar Selandia Baru turun ke level 7 bulan terendahnya pasca bank sentral Selandia Baru mempertahankan tingkat suku bunga acuan tidak berubah dan mengatakan tingkat Dolar Selandia Baru tersebut “tidak bisa dibenarkan dan tidak berkelanjutan.” Sementara Yen menyentuh level 6 tahun terendahnya pasca Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengatakan kepada Perdana Menteri Shinzo Abe hari ini bahwa bank sentral tidak ragu untuk menghadapi penurunan target inflasi.

Aussie naik sebesar 0,3 persen ke level 91,81 sen AS pukul 07:04 waktu London kemarin, ketika sebelumnya jatuh ke level 91,13, level terendahnya sejak 24 Maret lalu. Aussie menguat sebesar 92,18 pasca rilis data tenaga kerja.

Yen melemah sebesar 0,1 persen ke level 107,01 per dolar dari kemarin, setelah sebelumnya turun ke level 107,04, level terlemahnya sejak September 2008 lalu turun sebesar 0,1 persen ke level 138,14 per euro. Sementara Dolar berada di level $ 1,2906 per euro dari level sebelumnya sebesar $ 1,2917.

Australia menambahkan 121.000 tenaga kerja pada Agustus lalu, menurut biro statistik hari ini. Perkiraan rata-rata para ekonom yang disurvei Bloomberg News sebesar 15.000 posisi tambahan. Sebelumnya, sebagian besar tenaga kerja ditambahkan dalam satu bulan terakhir sebesar 103.000 pada Agustus tahun 1991 silam.

Pekerja paruh waktu meningkat menjadi 107.000. Tingkat pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan para analis sebesar 6,1 persen dari level 12 tahun tertingginya pada bulan sebelumnya sebesar 6,4 persen. (knc)

Sumber : Bloomberg