Apakah Bumi Dulu adalah Dunia Air?

Planet-BUmiRIFAN FINANCINDO – Misteri kehidupan di Bumi selalu menjadi topik menarik bagi para ilmuwan. Seperti penemuan terbaru yang menunjukkan Bumi purba mungkin adalah dunia air.

Baru-baru ini, penelitian baru diklaim dapat membantu ilmuwan untuk menemukan asal usul kehidupan. Melansir Astronomy, Rabu (11/3/2020), penelitian baru menunjukkan Bumi purba adalah dunia air.

Penemuan ini dapat memiliki implikasi besar untuk mengetahui asal usul dan evolusi kehidupan di planet ini.

Bumi di masa ini, sekitar 70 persen wilayahnya tertutup air, sedangkan penelitian baru tersebut menunjukkan planet ini adalah dunia air pada sekitar 3 miliar tahun lalu.

Pada titik ini, sekumpulan pulau menyebar dan menguasai secara global seluruh permukaan lautan.

Para ilmuwan mendasarkan penemuan itu dari sampel batuan unik yang ditemukan di distrik Panorama Australia Barat. Sebab, batuan membawa jejak dari lingkungan tempat di mana mereka terbentuk.

Batuan itu ditentukan dari pembentukan yang terjadi dalam sistem ventilasi hidrotermal di dasar laut sekitar 3,24 miliar tahun lalu.

Selama ribuan tahun, batu-batu itu tetap ada dan terekspos, yang memungkinkan para ilmuwan untuk menyelidiki masa lalu dari perairan yang menutupi permukaan Bumi di masa lampau.

Dari penelitian ini, ilmuwan menyimpulkan Bumi purba mungkin adalah planet yang dulunya tergenang air tanpa ada daratan seperti saat ini.

“Bumi purba tanpa benua yang muncul, mirip seperti dunia air,” ungkap para penulis pada studi baru yang diterbitkan di Nature Geoscience ini.

Mineral kuno tunjukkan Bumi dulunya dilapisi air

Terlepas dari melimpahnya air di permukaan Bumi, masih banyak misteri tentang asal usul tersebut.

Ilmuwan juga masih memikirkan jawaban atas pertanyaan tentang mineral air di Bumi. Apakah Bumi selalu mengandung air?

Sebab, sebuah bukti tentang mineral kuno yang disebut zirkon yang ditemukan, tampak menyiratkan lingkungan berair.

Mineral kuno itu menunjukkan tanda, bahwa Bumi telah memiliki air sejak 4,4 miliar tahun yang lalu.

Tepat setelah planet ini terbentuk dan itu merupakan sejarah kelautan yang cukup panjang.

Namun, dengan mempelajari dasar laut purba, para ilmuwan dapat menyelidiki lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan kebenaran tentang air yang menyelimuti Bumi di masa lampau.

Ketika batu terbentuk di air, maka jejaknya akan tampak di batu tersebut. Sebab, air atau H2O, terbuat dari hidrogen dan oksigen.

Akan tetapi, isotop atau zat sejenis oksigen di dalam air juga dapat mengungkapkan sesuatu tentang lingkungan tempat air itu terbentuk.

Saat para penulis studi baru memeriksa bongkahan dasar laut kuno, mereka menemukan banyak O18 atau oksigen-18. Lebih banyak dari rata-rata yang pernah ditemukan di lautan saat ini.

Oksigen-18 (O18) adalah isotop oksigen yang memiliki delapan proton dan 10 neutron. Lebih banyak dari rerata isotop oksigen versi ringan O16 yang hanya memiliki delapan proton dan delapan neutron.

Bongkahan kuno itu menunjukkan cadangan oksigen yang sangat besar dan jumlahnya berlimpah di masa awal Bumi.

Hal itu mengisyaratkan, reservoir semacam itu tidak ada. Para peneliti kemudian menentukan alasan yang paling mungkin untuk menjawab kelebihan oksigen berat pada sampel tersebut.

Mereka menyimpulkan oksigen berat itu ada karena daratan kering belum muncul dari lautan purba.

Kehidupan awal di Bumi masih jadi perdebatan ilmuwan

Berdasarkan temuan ini, para ilmuwan sering memperdebatkan asal usul organisme bersel tunggal paling awal di Bumi.

Apakah lazim, jika kehidupan pertama muncul di dekat lubang hidrotermal di lautan, di mana tempat itu memiliki suhu panas dan kaya akan mineral?

Hingga saat ini ada berbagai macam teori tentang asal usul Bumi, dan ilmuwan belum dapat memastikannya.

Namun, jika penelitian lebih lanjut tentang Bumi purba yang seluruh permukaannya dulu tertutup air, maka pengetahuan itu dapat membantu peneliti untuk menyempurnakan teori tentang bagaimana kehidupan itu muncul di Bumi.

“Sejarah kehidupan di Bumi melacak ceruk yang ada. Jika Anda memiliki dunia air, dunia yang diselimuti lautan, maka ceruk kering tidak akan tersedia,” ungkap Boswell Wing, seorang profesor geologi di University of Colorado Boulder.

Dengan kata lain, jika Bumi purba seluruhnya tertutup air atau merupakan dunia air, ketika kehidupan awal dimulai, maka kehidupan tidak mungkin terbentuk di darat sama sekali.

 

Sumber : kompas