Angka Pengangguran AS Tembus 10 Persen

bendera-as-investingnews-comRIFAN FINANCINDO – Tingkat pengangguran di Amerika Serikat akan melesat melewati 10 persen pada kuartal kedua, sedangkan tingkat pertumbuhan produk domestik bruto akan turun lebih dari tujuh persen akibat wabah Covid-19, menurut proyeksi yang dirilis oleh Badan Anggaran Kongres (CBO) kemarin waktu setempat.

Sementara itu suku bunga pada Treasury 10-tahun kemungkinan akan berada di bawah 1 persen selama kuartal tersebut, menurut CBO. Badan itu berwenang menyediakan analisis ekonomi non-partisan untuk Kongres AS.

“Kemarin waktu setempat, imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun berada di sekitar 0,62 persen,” seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (3/4/2020).

CBO menyatakan proyeksinya didasarkan pada informasi yang tersedia hingga 27 Maret dan saat ini sedang membuat estimasi baru yang memperhitungkan lebih banyak informasi terkini terkait krisis yang lebih buruk dari perkiraan.

Badan itu juga menyatakan estimasi itu termasuk kemungkinan wabah Covid-19 yang kian memburuk akibat upaya jarak sosial tidak efektif sehingga diperkirakan tingkat pengangguran pada akhir 2021 lebih dari sembilan persen.

Dalam beberapa minggu terakhir anggota parlemen AS telah berupaya untuk meloloskan RUU untuk meredakan efek wabah tersebut dan bernegosiasi dengan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menyusun paket legislatif keempat yang bertujuan memperbaiki ekonomi.

Ketua DPR, Nancy Pelosi mengatakan akan membentuk komite terbatas bipartisan untuk mengawasi paket anggaran lebih dari US$2 triliun. Paket itu telah disetujui Kongres untuk menghadapi pandemi tersebut.

Laporan CNN.com sebagaimana mengutip data dari Departemen Tenaga Kerja AS, menyebutkan negara itu mencatat lonjakan klaim pengangguran hingga tiga ribu persen (3.000%) sehingga menghancurkan pasar kerja negara tersebut.

Angka yang fantastis itu muncul setelah banyak kegiatan usaha yang ditutup sehingga membuat lonjakan angka pengangguran terutama di negara bagian New York.

Sebanyak 6,6 juta orang mengajukan klaim pengangguran pada minggu pertama hingga 28 Maret lalu, menurut departemen itu.

Kehidupan malam New York ditutup. Sekarang para pekerjanya membutuhkan bantuan dan para pemilik restoran menjadi emosional atas masa depan bisnis mereka.

 

Sumber : bisnis