Alasan The Fed Pertahankan Suku Bunga karena Ekonomi Melambat

\Alasan The Fed Pertahankan Suku Bunga karena Ekonomi Melambat\RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada Rabu (Kamis pagi WIB) mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek tidak berubah untuk pertemuan ketiga berturut-turut, sementara menawarkan sedikit petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

“Kondisi pasar tenaga kerja AS telah meningkat lebih lanjut sekalipun pertumbuhan dalam kegiatan ekonomi tampak telah melambat”, The Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, mencatat bahwa ia akan terus memantau indikator-indikator inflasi serta perkembangan ekonomi dan keuangan global.

The Fed saat ini memperkirakan bahwa ekonomi AS akan ekspansi pada kecepatan moderat dan indikator-indikator pasar tenaga kerja akan terus menguat, menurut pernyataan itu.

Bank sentral AS menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 0,25-0,5 persen pada pertemuan kebijakan Desember, kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade, menandai akhir dari sebuah era pelonggaran kebijakan moneter yang luar biasa.

Tetapi gejolak di pasar keuangan dan pelambatan ekonomi global sejak awal tahun ini telah meningkatkan kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi AS, memaksa para pembuat kebijakan Fed untuk menunda setiap kenaikan suku bunga lebih lanjut sejak itu.

Proyeksi Fed yang dirilis pada Maret menunjukkan bahwa para pejabat memperkirakan untuk menaikkan suku bunga sebanyak dua kali tahun ini, kemungkinan besar setelah pertemuan pada Juni dan Desember.

Namun, para investor skeptis terhadap setiap rencana kenaikan suku bunga tersebut, memperkirakan paling banyak satu kenaikan suku bunga pada tahun ini. Hanya ada peluang 23 persen untuk kenaikan suku bunga pada Juni, menurut pasar berjangka.

Banyak investor mencari bagaimana Fed menggambarkan apa yang disebut keseimbangan risiko bagi perekonomian AS untuk petunjuk tentang apakah bank sentral cenderung untuk menaikkan suku bunga.

Tetapi bank sentral telah menghindari menyatakan secara eksplisit apakah risiko tersebut seimbang atau miring ke satu sisi dalam laporan kebijakan untuk tiga pertemuan terakhir berturut-turut, meninggalkan investor belum jelas kapan akan menaikkan suku bunga.

Ketua Fed Janet Yellen mengatakan, bulan lalu tepat bagi bank sentral untuk berjalan hati-hati dalam menyesuaikan kebijakan, mengutip risiko-risiko terhadap prospek ekonomi AS dari perkembangan global.

“Kehati-hatian ini terutama diperlukan karena, dengan suku bunga federal funds sangat rendah, kemampuan FOMC untuk menggunakan kebijakan moneter konvensional guna menanggapi gangguan ekonomi asimetris,” kata Yellen, mengacu kepada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit kebijakan moneter The Fed.

“Meskipun risiko-risiko penurunan telah berkurang sejak awal tahun, saya masih menilai keseimbangan risiko-risiko terhadap prospek inflasi dan pertumbuhan akan agak miring ke sisi negatifnya,” William Dudley, Kepala Cabang Federal Reserve New York dan sekutu dekat Yellen.

“Saya menilai bahwa pendekatan hati-hati dan bertahap untuk normalisasi kebijakan adalah tepat,” kata Dudley, mengindikasikan jeda singkat untuk kenaikan suku bunga bank sentral.

Sumber : http://economy.okezone.com