Aktivitas manufaktur China naik pada bulan Mei

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Aktivitas manufaktur China menguat ke level tertinggi lima bulan di bulan Mei lalu, berdasarkan rilis data pemerintah hari Minggu. Ini adalah bulan ketiga berturut-turut pemulihannya di tengah perlambatan pertumbuhan secara keseluruhan pada perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Indeks pembelian manajer (PMI) mencapai 50,8 pada bulan Mei, naik dari 50,4 pada April seperti dikatakan oleh Biro Statistik Nasional China dalam pernyataannya.

Indeks ini melacak aktivitas manufaktur di pabrik dan bengkel China dan merupakan indikator yang paling diawasi dengan ketat karena menyangkut kesehatan perekonomian negara itu. Angka di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan aktivitas.

Hasil dari data ini mengalahkan perkiraan rata-rata dari 50,6 dalam survei delapan ekonom yang dilakukan oleh?Dow JonesNewswires .

Sebuah survei swasta yang diterbitkan bulan lalu oleh?bank?Inggris HSBC, PMI awal China pada bulan Mei berada di 49,7 – juga level tertinggi lima bulan – dan di atas bulan April di angka 48,1.

Hasil resmi bulan Mei juga merupakan yang tertinggi sejak pembacaan 51,0 pada bulan Desember tahun lalu.

Data ini muncul setelah pertumbuhan?ekonomi?China untuk tiga bulan pertama 2014 berada pada laju yang terlemah dalam 18 bulan terakhir.

Produk domestik bruto (GDP) tumbuh 7,4 persen pada kuartal pertama dari periode yang sama tahun sebelumnya, lebih lemah dari 7,7 persen pada periode Oktober-Desember.

Hasilnya adalah yang terburuk sejak ekspansi pertumbuhan di angka yang sama 7,4 persen pada kuartal ketiga 2012.

Pemimpinan China menyatakan ingin menjadikan permintaan swasta sebagai pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi negara itu, bergerak menjauh dari ketergantungan berlebihan pada proyek-proyek investasi besar yang banyak memakan biaya dan sering boros sejak dekade ekspansi pertumbuhan sebelumnya.

Transformasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan yang lebih lambat tapi bisa berkelanjutan dalam jangka panjang.

China pada bulan Maret menetapkan target pertumbuhan tahunan untuk tahun ini sekitar 7,5 persen, sama seperti tahun lalu .

Pejabat China, termasuk Perdana Menteri Li Keqiang terus menekankan bahwa target tersebut masih bisa fleksibel ? dipandang oleh para pengamat bahwa ini sebagai petunjuk bahwa mungkin target tersebut tidak akan tercapai. (brc)

Sumber : AFP