Ada Tulang di Jantung Simpanse

5ee1dbc10edf6RIFAN FINANCINDO – Para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa simpanse memiliki tulang di jantung mereka. Tulang yang dikenal sebagai os cordis ini umum ditemukan pada beberapa hewan seperti sapi, anjing, berang-berang, unta, serta beberapa reptil. Namun pada primata, temuan os cordis ini merupakan yang pertama kali.

Melansir Newsweek, Kamis (11/6/2020) terdapat perbedaan antara os cordis yang ditemukan pada simpanse dengan hewan lain. Pada simpanse, tulang tersebut berukuran kecil, sekitar 7,6 milimeter. Tetapi pada hewan lain seperti sapi, panjangnya bisa beberapa sentimeter.

Meski begitu, peneliti belum mengetahui secara jelas apa fungsinya. Penulis utama studi dari University of Nottingham, Catrin Rutland, menyebut ada yang berpendapat jika tulang membantu mendukung struktur jantung dan berperan dalam pensinyalan listrik.

Rutland dan timnya menemukan tulang tersebut saat melakukan penelitian terperinci terhadap jantung simpanse untuk mendeteksi fitur anatomi atau tanda-tanda penyakit. Penyakit kardiovaskular biasa terjadi pada simpanse yang ada di kebun binatang.

Tim peneliti melakukan pemindaian menggunakan micro-computed tomography, teknik pencitraan sinar-X tiga dimensi yang memiliki resolusi jauh lebih tinggi daripada pemindaian standar.

“Ini adalah pertama kalinya jantung simpanse dipindai menggunakan teknologi canggih ini. Sungguh menakjubkan melihat tulang-tulang kecil di dalam jantung,” kata Rutland.

Temuan ini menjadi penting karena ini adalah pertama kalinya os cordis terdeteksi pada primata.

“Penemuan tulang pada simpanse adalah peristiwa langka, apalagi simpanse memiliki anatomi yang mirip dengan manusia,” tambahnya.

Menariknya, semua simpanse yang memiliki os cordis dalam penelitian ini juga dipengaruhi oleh kondisi yang dikenal sebagai fibrosis miokard idiopatik, jaringan parut otot jantung yang tidak diketahui asalnya dan merupakan jenis penyakit jantung paling umum pada hewan.

“Ini dapat mengindikasikan bahwa kehadiran os cordis mungkin temuan patalogis yang terkait dengan penyakit jantung,” papar Rutland.

Jadi dengan temuan tersebut, peneliti dapat memahami lebih lanjut mengenai jantung simpanse yang dapat memiliki implikasi penting bagi konservasi hewan serta mengelola kesehatan mereka.

“Simpanse terancam punah di alam sehingga studi tentang penyebab dan mekanisme penyakit jantung sangat penting untuk melindungi spesies ini dan mempertahankan populasi yang sehat,” tambahnya.

Penelitian telah dipublikasikan di jurnal Scientific Reports.

 

Sumber : kompas