4 Hal Penting Saat Mulai Berinvestasi

610365c56929aRIFAN FINANCINDO – Kemudahan akses membuat semakin banyak orang mencoba berinvestasi, tak terkecuali kelompok usia muda. Mengutip pemberitaan Kompas.com, Kamis (01/04/2021), menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), arti investasi adalah penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Beberapa contoh investasi antara lain saham, sukuk, deposito, obligasi, menabung, asuransi, dan reksa dana. Bentuk contoh investasi lainnya yakni pembelian tanah, emas dan perhiasan, hingga menjalankan bisnis.

Namun, agar bisa mencapai tujuan, investasi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Setidaknya, ada beberapa tips investasi untuk pemula yang perlu diperhatikan:

1. Tahu tujuan investasi

Menurut VP Retail Sinarmas Sekuritas, Arief Maulana, seseorang harus tahu apa tujuan investasinya.

Pastikan memilih instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan. Investasi bisa diawali dengan menabung di bank atau menjajal deposito. Jika sudah merasa cukup paham, barulah mencoba instrumen lainnya, misalnya reksa dana.

“Kita harus punya tujuan investasi. Kalau enggak punya, namanua spekulasi. Anak-anak muda jangan sampai terjebak di spekulasi.”

“Inginnya return setinggi-tinggi, enggak ingin rugi,” ucap Arief dalam Presscon Grandlaunch SimInvest, Rabu (28/07/2021).

2. Punya bekal pemahaman yang cukup

Penting untuk membekali diri kita terlebih dahulu dengan berbagai pemahaman tentang investasi.

Edukasi tentang investasi bisa didapatkan lewat berbagai sarana seperti mengikuti webinar, internet, buku, dan lainnya.

Dengan begitu, kita memiliki bekal yang cukup untuk mulai berinvestasi.

“Jangan langsung jump in sebelum mengetahui dasarnya,” ucap Direktur Sinarmas Sekuritas, Ferita Tanudjaja.

Ferita mengingatkan, pengalaman yang kita dapatkan saat mencoba berinvestasi tak selalu baik. Namun, pengalaman-pengalaman tersebut dapat dijadikan bekal untuk tajapan berikutnya sehingga kita bisa menyesuaikan tujuan investasi.

“Tujuan investasi tidak baku. Mungkin awalnya kita suka dalam bentuk obligasi, tapi karena memahami mulailah kita bisa ambil kesempatan untuk berinvestasi dalam bentuk saham. Tapi semua harus dibarengi dengan edukasi,” kata dia.

3. Menyisihkan sejak awal

Alih-alih menggunakan sisa dana untuk diinvestasikan, sisihkan dana investasi sejak awal.

Kita bisa mengawali dengan memiliki dua rekening bank. Ketika mendapatkan penghasilan, masukkan sebagian ke rekening untuk investasi. Pastikan kita sudah menghitung dengan cermat sehingga dana investasi tidak mengganggu biaya kebutuhan sehari-hari.

“Investasi jangan dari duit sisa setiap bulan tapi justru dana yang sudah kita sisihkan di depan,” kata Arief.

4. Tingkatkan secara bertahap

Investasi adalah sebuah perjalanan. Kita mungkin melihat investasi saham begitu menggiurkan, tapi bukan berarti kita langsung terjun tanpa pemahaman yang cukup.

Setelah menentukan tujuan investasi, cobalah mencari tahu berapa uang yang dapat kita investasikan dan sesuaikan dengan kemampuan.

Reksa dana, misalnya, saat ini bisa dimulai dari nominal Rp 100.000. Kita bisa mencobanya pada nominal tersebut terlebih dahulu sebelum meningkatkannya atau beralih ke instrumen investasi lain.

“Jadi gradual, edukasi penting dalam journey investasi kita.”

“Kadang kita maunya langsung ke saham, tidak begitu. Bisa mulai dari basic,” ucapnya.

Sumber : kompas