3 Hari Melemah, IHSG Coba di Jalur Penguatan

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini, Kamis (24/8) ?diprediksi mulai berbalik menguat setelah beberapa ?hari perdagangan tidak memiliki daya untuk ?melanjutkan penguatan.

“Setelah ?mengalami fase pelemahan, ?indeks diprediksi mulai ?akan balik arah dengan rentang Support di 5,389 – 5,370 & Resistance di 5,422 – 5,441. Meski demikian, tetap cermati berbagi sentimen yang dapat mempengaruhi laju indeks,” ujar ?Kelapa Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (25/8).

Pada perdagangan kemarin, IHSG ?masih belum memiliki daya. Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah ?13,1 poin (-0,24%) ke level ?5.403.9.

Sebanyak 151 saham naik, 169 saham masih melemah, 91 saham tidak bergerak dan 114 saham tidak di transaksikan.

Total saham yang diperdagangkan mencapai ?121,412 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 7,454 triliun.

Sementara dari sisi sektoral, 8 dari 10 sektor masih membebani lajunya IHSG dengan pelemahan tertinggi, a.l:
Sektor Consumer (- 1.2%), sektor Property (- 0.7%), Sektor Manufacture (- 0.6%), dan Sektor Infrastructure (- 0.4%). Sementara yang menguat, a.l: Sektor Misc_ind (+ 1.1%), dan Sektor Finance (+ 0.5%).

Aksi asing tercatat kembali melemahkan IHSG, dimana di pasar reguler terjadi net buy Rp 3,302 triliun dan net sell Rp 4,147 triliun sehingga asing mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 845,287 miliar, dengan Saham EXCL yang banyak dijual, di ikuti saham TLKM, saham BBCA, serta saham BMRI.

Sementara, bursa saham Asia kembali diperdagangkan bervariasi dengan Indeks MSCI Asia Pacific tercatat menguat tipis 0.01% atau 0.19 poin di level 139.22 pada pukul 16.00 WIB

Indeks Topix Jepang (+ 0.7%), Indeks Hangseng (+ 0.6%), Indeks Shanghai Comp. (+ 0.6%), Indeks Kospi (- 0.3%), Indeks Strait times (+ 0.7%), dan Indeks KLCI Malaysia (+ 0.6%). Sumber : http://www.jawapos.com

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang terlihat semakin terpuruk mendekati kisaran level Rp13.300/USD. Pelemahan mata uang Garuda terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bertahan di zona hijau untuk melanjutkan tren positif sejak pembukaan pagi tadi.

Menurut data Bloomberg, rupiah siang berada pada posisi Rp13.261/USD atau memburuk dibandingkan kemarin Rp13.252/USD. Posisi rupiah ini memperlihatkan pelemahan sebesar 9 poin dengan kisaran harian Rp13.253-Rp13.284/USD.

Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, hingga sesi I ada di level Rp13.260/USD dengan kisaran harian Rp13.240-Rp13.285/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari penutupan kemarin Rp13.245/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.267/USD. Posisi ini tercatat menyusut dari posisi sebelumnya di level Rp13.252/USD.

Sementara rupiah menurut data Sindonews bersumber dari Limas terlihat merangkak naik, dimana siang ini pada level Rp13.261/USD atau naik tipis dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.280/USD. ( http://ekbis.sindonews.com )

RIFAN FINANCINDO