Kebijakan Donald Trump Tekan Wall Street

RIFANFINANCINDO – Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat pada perdagangan Kamis 17 Agustus 2017 mengalami koreksi tajam. Ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kemampuan Presiden AS Donald Trump menjalankan agenda ekonominya. Teror di Barcelona, Spanyol, juga berimbas terjerembabnya bursa Wall Street. Investor merespon negatif rumor bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih, Gary Cohn yang juga mantan bos Goldman Sachs mengundurkan diri. Namun sumber di Gedung Putih membantah isu pengunduran diri Cohn. Indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Wall Street pada

Pemerintah Targetkan Penerimaan Rp1.878 T

RIFAN FINANCINDO – Pemerintah menargetkan pendapatan negara pada tahun depan bisa mencapai Rp1.878,4 triliun. Angka tersebut naik 8,2 persen dari outlook pemerintah tahun ini sebesar Rp1.736,06 triliun. Dalam draf Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang diterima CNNIndonesia.com, tercatat pemerintahan Presiden Joko Widodo masih menargetkan mayoritas pendapatan negara akan dipenuhi dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.609,38 triliun. Penerimaan perpajakan tersebut tumbuh 9,3 persen dari outlook 2017 sebesar Rp1.472 triliun. Target penerimaan dari pos Penerimaan Negara Bukan Pajak

Harga Emas Kembali Melandai

PT RIFAN FINANCINDO – Harga Emas turun pada akhir perdagangan Selasa dinihari (15/08), mundur dari level tertinggi dua bulan tertekan penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Meskipun perayaan Hari Pembebasan Korea Utara pada hari Selasa kemungkinan dapat menaikkan ketegangan lagi. Harga emas spot LLG turun 0,55 persen menjadi $ 1,281.75 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 Juni di level $ 1,291.86 pada sesi sebelumnya. Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember ditutup

Tips Sukses Ala Orang Jepang Ini Bisa Anda Tiru

RIFANFINANCINDO – Jepang merupakan salah satu negara di Asia Timur yang terkenal dengan sistem perekonomian yang paling baik untuk saat ini. Meskipun pada abad ke-19, Jepang masih menjadi negara berkembang, setelah 100 tahun, Jepang sukses menjadi negara yang punya pengaruh dalam perekonomian dunia. Bahkan, dengan kondisi sumber daya alam yang terbatas, Jepang tetap bisa berhasil. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang berasal dari Jepang. Kesuksesan yang diraih tersebut tak terlepas dari ajaran dan prinsip yang dipegang masyarakat Jepang.

« Older Entries