Produksi AS Tekan Harga Minyak Dunia

RIFANFINANCINDO – Harga minyak mentah dunia kembali turun pada penutupan perdagangan Rabu (15/11), terpukul kekhawatiran peningkatan produksi minyak Amerika Serikat (AS) seperti yang dilaporkan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA). Dikutip dari Reuters, Kamis (16/11), harga minyak mentah Brent turun US$0,19 per barel atau sekitar 1,5 persen menjadi US$62,02 per barel. Sementara, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun US$0,32 per barel atau sekitar 0,57 persen menjadi US$55,42 per barel. Berdasarkan data IEA, produksi minyak mentah AS meningkat

Minyak ‘Keok’ 2 Persen Terpukul Produksi AS

RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah dunia turun sekitar dua persen pada penutupan perdagangan Selasa (14/11), karena terpengaruh meningkatnya produksi minyak Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS menyebut, produksi minyak mentah meningkat sekitar 14 persen ke angka 9,62 juta barel per hari (bph) sejak pertengahan 2016. Kenaikan diproyeksi akan kembali berlanjut sampai Desember mendatang dengan rata-rata sebesar 80 ribu barel per hari (bph). Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$1,24 per barel atau 2,0 persen menjadi US$61,29 per barel.

Wall Street Pantau Reformasi Pajak

PT RIFAN FINANCINDO – Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir menguat, penurunan tajam pada saham General Electric berhasil diimbangi oleh kenaikan pembayaran dividen yang tinggi termasuk komponen konsumen dan utilitas. Investor juga menunggu keputusan soal reformasi pajak. Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/11/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 17,49 poin atau 0,07% menjadi 23.439,7, Indeks S & P 500 menguat 2,54 poin atau 0,10% menjadi 2.584,84 dan Nasdaq Composite bertambah 6,66 poin atau 0,1% menjadi 6.757,60. General Electric (GE.N)

Akibat Korupsi, Arab Saudi Rugi Rp 1.353 Triliun

RIFANFINANCINDO – Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan keputusan Raja Arab Saudi yang menangkap dan memecat sejumlah petinggi kerajaan. Sebanyak 11 pangeran dan puluhan menteri ditahan karena tudingan melakukan praktik korupsi serta penyelewengan kekuasaan. Dilansir dari CNN Money, Minggu (12/11/2017), praktik korupsi yang dilakukan oleh pejabat dan petinggi kerajaan itu ternyata memberikan kerugian yang tidak sedikit. Jaksa Agung Arab Saudi, Sheikh Saud Al Mojeb, mengestimasi negara telah dirugikan US$ 100 miliar atau Rp 1.353 triliun (asumsi kurs Rp 13.535 per

« Older Entries